Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat merasa tak ada yang salah saat tim sukses mengundang Ketua Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, Sumarno, untuk ikut rapat internal. Djarot menilai, kehadiran Sumarno untuk melakukan sosialisasi Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.
"Setahu saya, kalau KPU diundang oleh tim paslon untuk menyampaikan aturan kebijakan program, kan juga baik. Salahnya di mana?" kata Djarot di sela kunjungannya di Kembangan, Jakarta, Senin 3 April 2017.
Menurutnya, undangan timses Ahok-Djarot kepada Ketua KPU DKI Jakarta itu dilakukan, karena masih banyak anggota tim yang belum mengetahui mekanisme Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Seperti terkait nomor urut dan hari pencoblosan.
Untuk itu, dia menilai tak ada salahnya Ketua KPU DKI Jakarta hadir sebagai narasumber memberi sosialisasi.
"Jadi, kayak-kayak begini yang perlu dijelaskan, serta aturan-aturan terbaru. Kalau mau dipersoalkan, ya nanti kita lihat," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno dan Ketua Bawaslu Mimah Susanti membenarkan bahwa keduanya menerima honor sebesar Rp3 juta dari tim pemenangan Ahok-Djarot. Honor itu diberikan, karena hadir sebagai narasumber saat diundang dalam rapat internal tim petahana di Jakarta, 9 Maret 2017 lalu.
Hal itu dikatakan Sumarno, saat sidang dugaan pelanggaran kode etik yang digelar oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Kompleks Parlemen. "Memang pada saat itu, kami terima honor juga. Kami serahkan kepada driver, katanya untuk dibagi dengan perbaikan ruang OB (office boy)," kata dia. (asp)




0 comments:
Post a Comment