Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Pemerkosa Bocah 15 Tahun via Live Facebook Ditangkap, Polisi Miris Lihat Identitas Pelaku

Kasus bunuh diri Pahinggar Indrawan via Live Facebook telah membuat publik geger.

Pahinggar menyiarkan aksi gantung diri yang dapat dilihat langsung oleh seluruh pengguna Facebook.



Setelah Pahinggar, ada lagi kasus mencengangkan yang juga disiarkan melalui Live Facebook.

Kasus itu merupakan aksi pemerkosaan dari beberapa orang kepada bocah 15 tahun.

Namun, kasus itu tak terjadi di Indonesia, melainkan di Chicago, Amerika Serikat.

Dilansir dari The Washington Post, pihak Departemen Kepolisian Chicago telah menangkap satu tersangka.

Baca: Astaga, Bocah 15 Tahun Diperkosa via Live Facebook, yang Dilakukan Penonton Malah Lebih Tega

Mirisnya, ternyata tersangka yang ditangkap itu malah lebih muda dari korban.

Pelaku masih berusia 14 tahun dan ditangkap pada Sabtu (1/4/2017) lalu.

Saat ini polisi juga masih mengejar pelaku lain yang baru berusia 15 tahun.

Inspektur Polisi Eddie Johnson mengungkapkan pelaku seharusnya malu terhadap dirinya sendiri.

"Anak-anak muda yang bertanggungjawab akan kasus ini harusnya malu pada diri sendiri," ujarnya saat konferensi pers, Minggu (2/3/2017).

"Mereka membuat malu diri mereka sendiri, mereka membuat malu keluarga, dan sekarang mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang mereka lakukan," lanjutnya.

Eddie Johnson juga marah terhadap pengguna Facebook yang telah menonton video asusila itu.

Pasalnya, dari sekitar 40 pengguna yang melihat tak ada satu pun yang melaporkan insiden tersebut.

"Menjijikan sekali saat orang-orang melihat video itu dan tak ada yang menelepon 911," ungkapnya.

"Hal itu membuatku berpikir, apa yang akan terjadi pada manusia?" tambahnya.

Korban saat ini tengah mengalami masa sulit setelah insiden yang menimpa dirinya.

Sang ibu juga menjelaskan bahwa korban menjadi bahan bullyan gara-gara insiden tersebut.

"Orang-orang mengolok-olok korban dan berkomentar tak baik tentang apa yang terjadi," katanya.

Awalnya, korban dijebak oleh para tersangka di sebuah rumah pada 19 Maret lalu.

Gerombolan laki-laki lalu menyerang korban dan memperkosanya yang disiarkan langsung di Live Facebook.

"Di sana, dia sama sekali tak diperbolehkan keluar, dia tak setuju dengan apa yang terjadi padanya," tegas Komandan Brendan Deenihan.

0 comments:

Post a Comment